GENERALISASI PETA

17 Des

Tujuan generalisasi  sedapat mungkin mempertahankan ketelitian sebesar-besarnya, sehubungan dengan skala peta memberi kemampuan informasi geometric dengan baik

Peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun yang ada kaitanya dengan muka bumi. Dengan demikian peta merupakan sumber informasi yang baik karena pata dapat langsung secara visual memberikan informasi mengenai pola persebaran kerukunan dari unsur-unsur yang digambarkan.
Untuk dapat menggunakan peta secara baik, terdapat pentahapan dalam penggunaannya.
Ada tiga tahap dalam mengunakan peta yaitu:
1. Membaca peta (map reading) yaitu lebih pada pengidetifikasian simbol dan membaca artisimbol.
2. Analisa peta (map analysis) yaitu amapu mengetahui apa yang digambarkan pada peta, dan dilanjutkan dengan mengukur atau mencari nilai dari unsur-unsur tesebut.
3. Interpretasi peta (map interpretation) yaitu lebih pada mencari jawaban mengapa dibagian tertentu telah terjadi pola yang berbeda dengan pola dibagian lain pada peta yangsama.

Ketidaksamaan informasi yang disajikan pada berbagai peta yang mempunyai skala yang berbeda timbul karena adanya aspek generalisasi. Generalisasi itu sendiri dapat berarti penyederhanaan atau pemilihan elemen-elemen pada peta. Generalisasi muncul karena kepadatan isi peta oleh reduksi skala dan terbatasnya kemampuan mata dalam melihat ukuran minimum pada peta.Generalisasi berkatitan erat dengan skala peta dan tujuan pembuatanpeta.

Pada dasarnya generalisasi dikelompokan menjadi dua, yaitu :
a. Generalisasi geometrik; yaitu lebih kepada penyederhanaan bentuk.
b. Generalisasi konsepsual; yaitu lebih kepada penyederhanan subjek yang dipetakan (dilakukan oleh orang yang mengerti konsep tentang unsur yang digambarkan).

Aspek generalisasi terdiri dari:
1. Pemilihan.
2. Penyederhanaan.
3. Penghilangan.
4. Pembesaran/eksagerasi.
5. Penggeseran tempat (displacement).
6. Menitik-beratkan (emphasizing).
7. Kombinasi, dan
8. Klasifikasi

Sedangkan cara generalisasi dapat dilakukan secara;
a. Langsung pada peta yang telah dikecilkan.
b. Dilakukan pada peta asli sebelum dikecilkan.
c. Dilakukan dengan melalui skala perantara.

  1. Generalisasi secara umum (peta topografi/RBI)
  2. Generalisasi dalam kartografi tematik

a. Generalisasi secara umum (peta topografi/RBI)

Skala 1:50.000 dan lebih besar ketelitian plani metric dari hasil survey dipertanahan. Pada peta-peta rencana (plan)          peta skala sangat besar :

Jalan setapak, jalan kereta api dapat dicerminkan dengan symbol ukuran 0,2 mm (1 m dilapangan)

Pada skala 1:10.000 simbol garis dobel tidak lagi mencerminkan ukuran 1 mm = 10 M. setiap pengecilan ‘Peta’ akan menambah padatnya ‘image’ pada peta sehingga symbol/ peta tidak terbaca dan tidak dapat dikenal =perlu disederhanakan pencerminannya sehingga mudah dibaca. Generalisasi dimulai apa bila self evidence dari penyajian grafis dan legibility sudah tidak memenuhi.

Hanya orang yang menguasai objek dan dapat melukiskan dengan tangannya apa yang diinginkan fikiran saja, yang dapat melakukan generalisasi kartografis dengan baik.(E von sydow,1980)

b. Generalisasi dalam kartografi tematik

Generalisasi kartografis dapat dicirikan secara umum sebagai produk suatu “image” peta yang mudah dibaca dan tidak memberikan keraguan dan menggambarkan daerah tertentu secara pasti.

Generalisasi dalam kartografis tematik sebagai kelanjutan dari generalisasi secara umum, bagaimana mengaplikasikan pengetahuan generalisasi pada kartografi tematik. Dalam kartografi tematik meliputi : 1.Pada saat menyiapkan peta dasar (sumber),

2. untuk siapa generalisasi ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: